Pages

Muhamad Masikin's Slidely by Slidely Slideshow

Sabtu, 11 Oktober 2014

Hal Yang Disukai Suami Dari Istrinya


Hal Yang Disukai Suami Dari Istrinya


Apa yang membuat seorang istri menarik, hingga suami makin menyenangi dan mengaguminya? Karena interaksi dengan istri sudah menjadi keseharian dan hal rutin, seringkali seorang suami sulit menjawab pertanyaan itu. From a distance, mungkin sifat dan sikap menarik dan menyenangkan dari istri bisa diurai.

Kenapa saya pilih kata menarik instead of cantik? Cantik fisik itu relatif. Parameter-parameter pembangun kecantikan itu masih debatable. Terlebih lagi cantik fisik itu adalah daya tarik instant. Ia bisa menjadi daya tarik melenakan pada pandangan pertama dan pada interval waktu awal, tapi belum tentu pesona yang sama bisa dirasakan melalui interaksi pada jangka waktu yang panjang.

Menarik itu terbangun dari keutuhan kepribadian. Berbagai dimensi kecerdasan berpadu membangun kemenarikan (attractiveness), mulai dari kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional hingga kecerdasan spiritual dan kecerdasan religius. Maka kemenarikan seorang istri paling tidak tercermin dan menampak pada delapan pasangan karakter kunci di bawah ini:

1. Ramah dan murah senyum


Keramahan dan murah senyum itu menjadi daya tarik universal. Ia menjadi salah satu kunci sukses seseorang, sebab dengannya ia mudah diterima orang lain. Dan ini menjadi faktor penting dalam berbagai kerja sosial dan profesional.

Dan senyum adalah pancaran suasana hati. Murah senyum dan ramah itu bukan tampilan sesaat. Ia adalah cerminan kepribadian. Dengan senyuman istri, seorang suami mendapatkan ketentraman dan kehangatan jiwa. Setiap kali ia mendapatkan senyuman sang istri, terbitlah suasana “kemarilah, di sini aku selalu ada untukmu” menghiasi relung jiwanya.

2. Optimis dan ceria

Masalah itu untuk dipecahkan dan jangan membuat kita berdiam diri. Percayalah, kalau kita bergerak dan berusaha, kita akan menemukan jalan keluar. Kalimat-kalimat barusan itu normatif. Tapi ketika ucapan-ucapan itu keluar dari seorang istri dan ketika hal itu diucapkan dengan penuh rasa optimis dan dibarengi keceriaan, yakinlah seorang suami bahwa ia memperoleh anugerah terindah dalam hidupnya.
Seorang yang optimis itu tak akan berdiam diri dalam himpitan masalah. Ia akan mengurai masalah. Ia akan kerjakan apa yang bisa dikerjakan terlebih dahulu, tanpa menunda-nunda. Dan justru karena sikap melekat seperti ini, ia tak pernah mendapatkan dirinya menunggu himpitan segunung masalah. Setiap ada permasalahan hidup, ia cepat menyelesaikannya. Karena geraknya ini, setiap kali menyelesaikan satu pekerjaan, sekecil apapun, ia mendapatkan kesenangan jiwa. Dan karenanya sikap ceria selalu bisa dipelihara.

3. Penyabar dan teguh hati

Bangunan rumah tangga itu ibarat bahtera yang berlayar mengarungi samudra. Adakalanya cuaca buruk melanda lautan. Angin dan ombak kencang menerpa. Pada saat itu terujilah sifat sabar dan teguh hati.
Seorang suami akan sangat bersyukur dengan kesabaran dan keteguhan hati istrinya ketika menghadapi berbagai kesulitan hidup. Hari-hari ketika persediaan uang bahkan tak mencukupi untuk hidup sehari, ketika mesti bekerja keras karena memang tak ada dana untuk menggaji seorang pembantu, ketika mesti berjalan cukup jauh mengantar anak bersekolah dengan mendorong baby-car adiknya pula. Atau ketika hadir suara-suara,”Bagaimana mungkin kamu bersabar dengan kondisi begini? Sekali-kali berontak donk sama suami ….” Ketika itu kesabaran dan keteguhan seorang istri dalam menjalani episode kehidupan diuji.

Tentu keteguhan hati itu lahir dari saling pengertian dan keyakinan, bahwa suami tak berdiam diri dengan kondisi yang ada. Tapi landasan utama keteguhan ini adalah pada keyakinan, bahwa Allah tak meninggalkan hambaNya. Dia akan menolong saat upaya kita sudah sampai pada batasnya; Saat kita berserah diri di ujung segala harapan dan hanya menggantungkan diri padaNya.

4. Penyayang dan pemaaf

Manusia tak ada yang terbebas dan kekhilafan dan kekeliruan. Begitu juga seorang suami terhadap istrinya. Bahkan di hadapan istrinya, hampir semua ketidaksempurnaan yang dapat ia tutupi di luar rumah, akan terbuka.

Sifat penyayang dan pemaaf amat diperlukan seorang suami, dihadapkan pada segala kelemahan dirinya. Pengertian istri sungguh menjadi sesuatu yang amat dihajatkan. Dengan ini seorang suami terhindar dari keputusasaan dan blaming himself too far, menyalahkan diri sendiri terlalu jauh. Dengan ini seorang suami tetap bisa terjaga harga diri dan sikap optimisnya.

Penyayang dan pemaaf juga nampak pada keseharian istri dalam mendidik anak-anak. Suami akan senang melihat anak-anak tumbuh dalam suasana kasih sayang. Pemaafan atas kesalahan anak-anak bukan untuk mentolerir kesalahan itu, tapi untuk memberikan kesempatan kepada mereka belajar dari kesalahannya.
Penyayang juga menjadi karakter yang muncul saat istri berinterkasi dengan orang tua dan kerabat suaminya. Pernikahan itu menyatukan dua bani. Dan ketika suami mendapatkan istrinya menerima dan diterima dengan baik dan bahkan menjadi kesayangan orang tua dan karib kerabatnya, sungguh ia merasakan rasa senang tiada tara.

5. Empatif dan ringan tangan

Bekerja sama dan saling menolong dalam kehidupan rumah tangga menjadi tuntutan mendasar. Adapun sifat empatif dan ringan tangan dalam menolong di sini lebih ditekankan pada karakter seorang istri bagi masyarakat di sekelilingnya.

Sebuah rumah tangga menjadi bagian dari satu masyarakat. Keharmonisan satu keluarga dalam menempatkan diri di tengah masyarakat menjadi satu kepuasan batin dan kebahagiaan tersendiri. Ketika seorang istri menunjukkan sikap empatif dan banyak memberikan pertolongan kepada orang-orang di sekeliling rumah, seorang suami akan mendapatkan pesona sosial pada istrinya.

Selain itu, seorang istri yang memberikan perhatian terhadap masyarakat sekelilingnya justru akan semakin bersikap dewasa dalam mengatasi permasalahan rumah tangganya. Ini menjadikan suasana komunikasi dengan suaminya di rumah lebih seimbang dan menentramkan.

6. Aktif dan produktif

Pesona sosial pada seorang istri lebih dirasakan suaminya, ketika ia memberikan kontribusi lebih sistematis kepada masyarakatnya. Tidak menjadi masalah pada bidang apa kontribusi ini dicurahkan, pada pendidikan, kesehatan, perekonomian, kesejahteraan, atau beberapa sektor industri. Yang pasti keaktifan dan produktifitas seorang istri bagi masyarakatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi suami.
Produktifitas ini tentu saja tidak mesti identik pada jauh meninggalkan urusan rumah tangga. Saya sendiri melihat, basis dari segala aktifitas sosial seorang istri itu adalah bagaimana ia menjadi aktifis yang memiliki visi terbangunnya keluarga-keluarga yang sehat, cerdas dan sejahtera.

Untuk mewujudkan visi di atas dibutuhkan dukungan segenap instrument sosial-kemasyarakatan dan kenegaraan, mulai dari peraturan perundangan yang digodok di lembaga legislatif, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan lembaga pendidikan dan riset, konsep dan kebijakan yang dibuat eksekutif, aktifitas pemberdayaan masyarakat yang dipelopori LSM-LSM (NGOs) dan gerakan sosial lainnya hingga wujud materi peradaban seperti sekolah-sekolah, klinik hingga rumah sakit, industri farmasi penopang kesehatan, industri pemasok makanan bergizi, industri telekomunikasi yang memfasilitasi dan menyajikan informasi yang baik dan mencerdaskan, dan lain-lain.

Karenanya terbuka seribu satu medan bagi para istri untuk berkiprah, mulai dari ruang lingkup rukun tangga (RT), rukun warga (RW) hingga lingkup negara dan bahkan dunia.


7. Cerdas dan kreatif

Kepribadian seorang manusia itu terus berkembang dan tumbuh menuju kematangan tatkala proses belajar terus menyertainya. Dari waktu ke waktu istri pembelajar akan selalu menghadirkan kemenarikan yang baru. Satu hari tiba-tiba dia memasak kue bolu amat lezat, yang belum pernah disajikan kepada keluarganya. Di kesempatan lain dia mengisahkan baru lulus kursus Qiraati -satu metoda belajar membaca al-Quran-, karena memang dibutuhkan untuk menyertai perkembangan salah satu sisi pendidikan anak-anak. Atau ketika dia mengikuti kegiatan senam kebugaran dengan tekun, yang memang membuat tubuhnya bugar dan menambah vitalitas hubungan dengan suaminya.

Kecerdasan itu bergabung dengan kreatifitas dan berjalan seiring. Kreatifitas dalam mengelola rumah tangga menjadi pesona tiada batas bagi pasangan suami-istri. Dengan daya kreatif ini, segala masalah bisa dihadapi secara cerdas dan tepat.

8. Tekun dan ikhlas beribadah

Puncak dan sekaligus landasan bagi segala daya tarik seorang istri adalah pada ketekunannya menjalankan ibadah dan mengikhlaskan segala cinta, aktifitas dan kerja-kerjanya semata untuk mengharapkan keridhoan Ilahi. Pada karakter ini seorang istri adalah individu yang independent dari siapapun, termasuk dari suaminya. Ia akan menggapai kemuliaan dirinya di hadapan Allah Penguasa Alam Semesta dan di hadapan segenap makhlukNya, termasuk di hadapan suaminya.
***
Khususnya buat para suami, saya rasa cukup relevan menghantarkan bait-bait di bawah dalam konteks kasih sayang suami-istri. Tentu cinta yang kita bangun adalah karenaNya semata …
To really love a woman,
To understand her,
You’ve got to know her deep inside …
Hear every thought,
See every dream,
And give her wings when she wants to fly.
Then when you find yourself lying helpless in her arms …
You know you really love a woman

Rabu, 01 Oktober 2014

Biografi Prof.DR.H.Abdullah Ali, M.A ( Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon)




Abdullah Ali lahir di Cirebon pada hari Senin. tanggal 27 November 1949. mengawali pendidikan pada Sekolah Dasar Islam (SDI) Daru'l Hikam 6 tahun Cirebon  (1956-1962). melanjutkan ke PGA 4 tahun  Daru'l Hikam Cirebon (1962-1966). PGA Negeri 6 Tahun Cirebon (1966-I969), Sarjana Muda Fakultas Ushuluddin IAIN Cirebon (1969-1971) diselesaikan pada Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1971-1972). ProgramDoktoral (S-l) Jurusan IlmuPerbandingan Agama Fakultas Ushuluddin IAIN Syanf Hidayatullah Jakarta (1973- 1976) Program Pasca Sarjana (S-2) Universitas Indonesia Jurusan Antropologi (1987-1991); Fakultas Pascasagana Program Doktor (S-3) Universitas Padjadjaran Bandung Bidang llmu-Ilmu Sosial/SosioJogi Antropologi (1998-2003).

         Mengawali kanrir sebagai dosen honor sejak tahun 1977 pada Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Gunung Jati Cirebon. kemudian diangkat sebagai CPNS Dosen Tetap/Tenaga edukatif pada tahun 1980. ditugaskan di tempat yang sama. sesuai disiplin ilmu. mengajar Ilmu Perbandingan Agama. Filsafat Islam. Ilmu Kependudukan dan Metodologi Penelitian. Hingga sekarang masih bertugas sebagai Pembina Utama Madya Lektor Kepala (IV-D) pada jurusan Dakwah Sekolah Tinggi Agama Islam Negen (STAIN) Cirebon tahun 1997-2007, Dosen luar Biasa pada Fakultas Ilmu Administrasi Universitas 17 Agustus (UNTAG) Cirebon (1992-1996); Dosen Luar Biasa pada Fakultas ekonomi Universitas Swadaya Gunung Jati (UNSWAGATI) tahun 1996-2002; Dosen Luar Biasa pada Program D-l I STAN Keuangan Cirebon (1999-2001).

Sebagai Dosen pada Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Gunung Jati Cirebon, pemah dipercaya menjadi Pembina Kegiatan Mahasiswa (1980- 1984); Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (1981-1982); Ketua Jurusan Pendidikan Agama (1982-1983); Ketua Jurusan Tadris (1983-1990): Kepala  Pusat Pengabdian Masyarakat (1995-1997); Ketua Jurusan Dakwah STAIN Cirebon (1998-2000); Pembantu Ketua IV Bidang Kerjasama Kemasyarakatan dan Pemerintah Daerah (2000-2002). Setelah memperoleh gelar Doktor pada tahun 2003, penulis dikukuhkan sebagai guru besar Bidang Ilmu Sosial pada STAIN Cirebon, berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, tahun 2005.

Sejak usia muda, penulis tudah aktif mengabdikan diri dalam kegiatan sosial. Memasuki organsasi Pelajar Islam Indonesia (P1I) tahun 1965-1970 dan menjadi Ketua Umum Pelajar Islam Indonesia (PIl) Cabang  Cirebon (1960/1970); Seksi Humas Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cirebon tahun 1970-1972; Ketua Komisariat Kesatuan Aksi Pemuda pelajar Indonesia (KAPPl ) tahun 1966-1968; Sekretaris OSIS PGA Negeri  Cirebon (1966-1968); Sekretaris Umum Karang Taruna Kelurahan Palmerah Jakarta Barat (1972-1976); Ketua Umum DPD GUPPI Cabang Cirebon (1990-1995 / 1995-2007); Pengurus MUI Kabupaten Cirebon (1982-1915)- Ketua MUI Kota Cirebon (1990-1995); Ketua Umum ICMI Kabupaten Cirebon (1993-1998); Pengurus ICMI Orwil Jawa Barat (1995-2000); Ketua Pewan Pakar ICMI Kabupaten Cirebon (1998-2007); Koordinator Majlis Kajian Pembangunan Daerah (MKPD) Cirebon, Koordinator ORBIT Al- Yatama Wilayah Cirebon (2000-2007); (Sekretaiis Forum Lintas Pelaku (FLP) Kota Cirebon (1999-2003); Ketua Umum Forum Komunikasi Kota Sehat & Bersih (FORKASIH) Cirebon (1999-2007); Konsultan Desa Sehat Kabupaten Cirebon (2006-2007).

Beberapa buku yang sempat ditulis sebagai bahan perkuliahan dan hasil penelitian antara lain Metode Penelitian dan Statistik, IImu Sosial Dasar, IImu Budaya Dasar. Ilmu Pcrbandingan Agama, Antropologi Dakwah. Dakwah dalam Perspektif Sosiologi- Antropologi, Sosiologi Islam, Tradisi Muludan, Tradiu Masyarakat Pantura,  Tradisi Kliwonan Gunung Jati dan Filsafat ilmu. dan beberapa penelitian yang pemah dilakukan antara lain, Penelitian Kehidupan Beragama Masyarakat Buleleng-Bali (1983); Penelitian Kehidupan Beragama Masyarakat Cepu Jawa Tengah (1988); Penelitian Komparatif Pendidikan Pesantren Salaf dan Pesantren Modem (1989); Penelitian Efektifitas  Pcndidikan Agama Islam di SLTA Kota Cirebon (1990); Penelitian Pola hidup Bersih Masyarakat Lingkungan Pondok Pesantren Benda Kota Cirebon (1991); Penelitian Literatur tentang Studi Agama melalui Pendekatan Antropologi (1992); Penelitian tentang Keadaan Pendidikan Masyarakat Kampung Naga dan Baduy (1997); Penelitian Literatur tentang Model Dakwah Perspektif Sosiologi- Antropologi (1999); Penelitian tentang Tradisi Muludan (2000); Penelitian tentang Model Usaha Keluarga Miskin Kota Cirebon (2001); Penelitian tentang PHBS Masyarakat Kota Cirebon (2003).

Sebagai PNS penulis pemah mendapat penghargaan Satya Lencana dari Presiden Republik Indonesia (2000), berkesempatan menjadi Nara sumber Seminar Nasional Kota Sehat di Hotel Ina Wisata Jakarta (2003). Seminar Regional Kota Sehat di Palembang (2004), Kunjungan Peninjauan Kola Sehat Sydney Australia (2004), Lokakarya Kota Sehat Jawa Barat (2005), Lokakarya Kota Sehat kabupaten Bandung (2005), Seminar Kota Sehat se-Jawa Barat di Hotel Khatulistiwa Bandung (2006), Lokakarya kota Sehat Sukabumi (2006).
Menikah dengan Dra. Hj. E'ah Ruhiyah, Guru Bahasa Arab pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Cirebon, dikarumai 10 anak. Lima putra- lima putri. dan lima orang cucu putra-putri. Pertama Imsawan Abdi(SI UII Yogyakarta), beristri Sri Susanty tinggal di Sydney Australia. telah melahirkan seorang putera Moh. Nabil Ramdhani. Kedua Budiwan Abdi (SI Unswagati Cirebon) beristri Ayu Winarti menetap di Sydney Austria, telah melahirkan seorang putri Salwa Bilqis Budiwan; Ketiga Imsawati Abdi. (SI STPMD Yogyakarta) bersuami Jam’an Fauzan, telah melahirkan putri Amelia dan putra Tantri; Keempat Novi Budiati Abdi (SI UNY Yogyalarta) bersuami Helmi Shodiqy, kelima Harbayanti Abdi (S-l Dakwah Komumkasi STAIN Cirebon) Bersuami Didin Fahrudin; Keenam Husnul Khotimah Abdi (Mahasiswi UIN Sunsn Kalijaga Yogyakarta) bersuami Ahmadal Fithri. Ketujuh Moh Pasca Rajabi Abdi (Siswa MAN 2 Cirebon) Kedelapan Moh Rizki Majistra Abdi (Santri Gontor Putera Ponorogo) Kesembilan Moh Santri Mabruri Abdi (Santri Pondok Husnul Khotimah Kuningan); Kesepuluh Putri Arofah Abdi (SD).

Sumber : Riwayat hidup penulis ( Buku Tradisi Kliwonan Gunung Jati Cirebon)2007


Beliau kini telah pulang ke rahmatullah pada hari selasa, tgl 30 September 2014 Jm 16.30 di RS.Ciremai Cirebon dan di kebumikan Di pemakaman Umum Cilimus Kuningan. 
semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT dan di ampuni segala dosanya. Aamiin

Sabtu, 13 September 2014

11 Hal Membanggakan Tentang Indonesia Yang Tidak Anda Ketahui Tapi Nomor 10 Tergantung Pada Pemimpin Kita Nanti!

Indonesia-Proud
Posted by

Sejak saya balik dari Singapura, banyak orang yang sering menanyakan ini pada saya,”Mana yang lebih rasa nyaman? Singapura atau Indonesia?” Saya telah mengunjungi lebih dari 10 negara selama hidup saya dan sejujurnya, tidak ada yang mengalahkan kenyamanan negara asal saya, Indonesia. Meski banyak orang yang memiliki kesan buruk melalui saluran media, saya percaya mereka telah melewatkan hal2 terbaik yang ada di Indonesia sebenarnya. Berikut ini ada 11 fakta tentang Indonesia yang harus kita banggakan dan Anda juga pasti akan shock pada beberapa poin ini:

1. Mie Instan Indonesia Itu Paling Terkenal! Dan Produsen Mie Instan Kita Adalah Terbesar Di Dunia!

Mie Instant Saya tidak yakin apakah anda pernah mengalami yang apa saya alami saat kecil tapi dulu saya hampir setiap minggu pagi, saya bangun untuk nonton Doraemon di tv sambil makan Supermie. Rasanya itu luar biasa! Oya, menurut World-Grain.com, perusahaan Grup Indofood kita, merupakan produsen mie instan terbesar di dunia. Bukan hanya itu saja, tapi mie instan kita juga ada di peringkat yang terbaik di dunia menurut TheRamenRater.com! Tidakkah anda bangga?


2. Makanan Indonesia Itu Paling Top Sedunia!

Makanan Terbaik di Dunia Bisakah kamu membayangkan tinggal di tempat yang memiliki makanan terbaik di dunia? Ini adalah hal yang menguntungkan! Menurut CNN Travel, nasi goreng Indonesia ada di peringkat nomor 2 dan rendang kita ada di peringkat terbaik nomor 1 di dunia! Jadi bila suatu saat ada orang asing bertanya anda apa yang terkenal di Indonesia, anda bisa menjawab, kita memiliki makanan terbaik di dunia! Sedaaaap!


3. Kopi Luwak Indonesia Dinilai Sebagai Kopi Termahal Di Dunia!

Most Expensive Coffee Menurut Richest.com, Kopi Luwak kita dinilai sebagai kopi termahal di seluruh dunia! Bukan cuma mahal, proses produksinya juga aneh. Kopi jenis ini di produksi dari biji kopi tertentu yang telah dikonsumsi hewan tertentu, yaitu luwak. Sebelum kopi ini diproduksi, biji kopi terlebih dahulu melewati sistem pencernaan hewan tersebut. Meskipun begitu, Kopi Luwak memperoleh popularitas yang ekstrim di seluruh dunia.


4. Tiga Dari Pantai Di Indonesia Ada Di Daftar 100 Pantai Terbaik Di Dunia!

Pantai Terbaik Mengapa anda ingin pergi ke Maladewa ketika pantai kita sendiri, Pantai Nihiwatu, Sumba, ada di peringkat yang lebih baik? Dipilih oleh pengikut CNN, Pantai Nihiwatu di Sumba berada di peringkat 17, sementara Pantai Canggu di Bali di peringkat 39. Yang terakhir dalam daftar ini adalah Pulau Derawan di peringkat 63. Namun, menurut saya pantai2 kita yang lain seharusnya ada dalam daftar, tapi lebih baik kita menyimpannya sendiri.


5. Jangan Lupa Kita Juga Memiliki Beberapa Tempat Diving Yang Terbaik Di Dunia!

Best Diving Spots Tidakkah anda rasa kita sangat diberkati dengan alam indah yang diberikan oleh Sang Pencipta? Tempat2 seperti Kepulauan Gills dan Bali dinilai sebagai 25 tempat terbaik untuk scuba diving menurut website List25.com dan Raja Ampat dipilih sebagai tempat menyelam terbaik di dunia menurut TheTouristAttractions.blogspot.sg. Jika anda ingin belajar menyelam, anda juga bisa menemukan daftar sekolah yang di situs kami, http://maubelajarapa.com/kursus/sports-diving/


6. Gunung Bromo Ada Di Daftar 50 Keajaiban Dunia

Gunung Bromo Keindahan Gunung Bromo masih berbekas di hati saya hingga saat ini walaupun saya mengunjungi tempat itu tahun 2012. Itu adalah salah satu tempat terindah yang saya temui di Indonesia. Berada di peringkat 37 oleh CNN Travel, Gunung Bromo merupakan gunung berapi aktif sebenarnya kecil di dalam kaldera yang jauh lebih besar dari gunung berapi kuno. Anda harus mengunjungi jika belum pernah!


7. Ada Beberapa Desainer Top Dunia Itu Berasal Dari Indonesia!

Desainer Indonesia yang Top Dunia Saya yakin beberapa dari anda tidak mengetahui mereka. Disini saya hanya sebut beberapa nama saja, yang lain masih banyak. Coba cari tahu nama mereka di Google:
a. Tex Saverio (dia merancang gaun yang dipakai Lady Gaga di pemotretan Harper’s Bazaar dan dia juga lah yang membuat kostum yang super menarik di Hunger Games yang di pakai oleh Jennifer Lawrence)
b. Nancy Go (dia mendirikan sebuah perusahaan yang berfokus pada tas ekspor Bagteria, yang dipakai oleh Paris Hilton, Emma Thompson dan Putri Zara Phillips).
c. Sabbatha Rahzuardi (merancang koleksi tas Sabbatha yang memiliki penggemar d kalangan selebriti terkenal, salah satunya Katie Holmes)


8. Indonesia Adalah Salah Satu Negara Yang Paling “HAPPY” Di Dunia!

Happy Indonesia Dinilai oleh http://www.abc.net.au, Indonesia berada di peringkat 12 sebagai negara yang paling bahagia di dunia. Mengapa tidak? Kita memiliki makanan terbaik, kopi terbaik, keajaiban alam terbaik, dll. Saya rasa kita sangat sangat diberkati menjadi orang Indonesia!


9. Indonesia Merupakan Perekonomian Ke-10 Terbesar Di Dunia!

Top 10 Ekonomi Tahun ini, 2014, kita telah menjadi perkonomian terbesar ke-10 di dunia menurut laporan terbaru oleh Bank Dunia. Ini juga berarti bahwa kita telah berkembang dengan baik dan ada lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak uang.


10. Indonesia TIDAK ADA Di Dalam Daftar Top 23 Negara Paling Korup Di Dunia!

No Corruption 23 Negara yang terkorup di dunia ada terdaftar di situs ini: http://www.buzzfeed.com/sheerafrenkel/the-23-most-corrupt-countries-in-the-world dan negeri tercinta kita tidak ada di dalam. Ini adalah hal yang membanggakan bagi bangsa Indonesia! Kita tidak ada di dalam daftar tersebut! Walaupun rasanya banyak korupsi yang terjadi di negara kita, saya percaya ada banyak kekuatan baik yang melawan penguasa yang jahat. Mari tetap berdoa supaya pemimpin berikutnya bisa membawa kita ke daftar yang lebih baik seperti ini: Negara Yang Paling Tidak Korup di Dunia.


11. Indonesia Adalah 20 Negara Teratas Untuk Menjadi Entrepreneur (Pengusaha)!

Indonesia Entrepreneur Menurut Businessinsider.com, Indonesia adalah salah satu negara terbaik di dunia untuk menjadi seorang pengusaha atau Entrepreneur. Maka berbanggalah pada Indonesia dan jika anda bermimpi untuk membuat Indonesia menjadi tempat yang lebih baik melalui inovasi anda, jangan menyerah! Saya berharap melihat lebih lagi inovasi pengusaha disini di masa yang akan datang seperti Steve Jobs, Mark Zuckerber, Bill Gates, dll.

http://maubelajarapa.com

Jumat, 05 September 2014

Hidup Mulya atau Mati Syahid


Mati syahid merupakan cita-cita tertinggi umat Islam. Salah satu jalan menuju mati syahid adalah berjuang di jalan Allah. Seorang sahabat Rasulullah SAW, Khaisamah, suatu malam bermimpi melihat putranya bermain dan bersuka-ria di sebuah taman indah di dalam syurga. Anak kesayangannya yang gugur di medan Perang Badar itu pun melihat sang ayah seraya berkata, "Ayah! Ananda di sini sekarang. Rupanya janji Allah telah terlaksana dengan benar pada diri ananda. Mari Ayah, marilah ikuti ananda!". Saat bangun, Khaisamah tersentak. Hatinya gelisah. Kemudian ia datang menghadap Rasulullah SAW.


Umat Islam saat itu tengah bersiap menghadapi serangan kaum kafir Quraisy di Bukit Uhud. Khaisamah memohon agar ia dimasukkan ke dalam daftar pasukan Islam untuk pergi berperang ke Bukit Uhud. "Ya Rasulullah! Aku telah tua, tulangku telah mulai rapuh, dan aku ingin sekali menjumpai Tuhanku," katanya memberi argumentasi. "Bawalah aku serta, ya Rasulullah, dan doakan agar aku pun mendapat syuhada sebagaimana anakku dan hidup bersamanya di syurga". Dengan rasa terharu, Rasulullah SAW mengangkatkan tangannya, mendoakan Khaisamah agar permohonannya yang tulus dan ikhlas itu terkabul.


Maka, berperanglah Khaisamah yang telah tua renta itu dengan gagah berani hingga ia mencapai apa yang diinginkannya: mendapat syuhada atau mati syahid. Mati syahid merupakan cita-cita tertinggi umat Islam. Dalam cita-cita itu, terkandung tekad kuat untuk berjuang di jalan Allah, membela agama dan umat Islam, karena salah satu jalan menuju mati syahid adalah berjuang di jalan Allah. Secara harfiyah, syahid (jamak: syuhada) artinya hadir, datang, atau kesaksian. Hadir di tengah perjuangan fi sabilillah, datang memenuhi panggilan jihad dan dakwah, dan Allah dan para malaikatnya menyaksikan perjuangan dan kematian seorang pejuang yang dijamin masuk syurga tanpa hisab.

Menurut istilah, syahid artinya berperang atau berjuang di jalan Allah membela kebenaran atau mempertahankan hak dengan penuh kesabaran dan keikhlasan untuk menegakkan agama Allah. Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang berjuang (dan mati) karena (mempertahankan) hartanya, darahnya, agamanya, dan keluarganya, maka ia mati syahid" (HR. Bukhari-Muslim). Hadis tersebut menjelaskan, siapa yang berjuang membela harta miliknya, jiwanya, keluarganya, agamanya, dan meninggal dalam perjuangannya itu, maka ia meninggal fi sabilillah atau mati syahid (QS. An-Nabaa': 3/I/1992:33). Allah SWT berfirman, Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah melampaui batas karena Allah sesungguhnya tidak menyukai orang-orang yang melampuai batas (QS. 2: 190).


Sebaliknya, orang yang berjuang bukan karena Allah, tidak membela yang benar, dan tidak ikhlas, tapi karena populariti, pujian, dan kedudukan, maka tidak tergolong syahid. Seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, "Seseorang yang berperang karena harta rampasan, ingin disebut-sebut (sebagai pahlawan), dan karena ingin melihat kedudukannya, maka siapa (di antara mereka) yang fi sabilillah?" Rasulullah SAW menjawab, "Siapa yang berjuang agar kalimat Allah menjadi tinggi, maka dia berjuang di jalan Allah" (HR. Bukhari).

Bahkan dalam dakwah sekalipun, jika terselip perasaan riya' (ingin dipuji) atau motivasi selain kepada Allah SWT, maka ia tidak termasuk berjuang fi sabilillah.
Seseorang bisa saja mengaku berjihad dan berdakwah, namun dalam hatinya terselip niat selain pada Allah. Kalau ia meninggal dalam perjuangannya itu, maka menurut ahli fikih ia mati syahid secara lahiriah saja. Ada juga yang syahid akhirat saja, seperti orang yang terbunuh karena dianiaya bukan dalam peperangan atau tidak dalam keadaan berjuang di jalan Allah, juga yang mati tenggelam, terbakar, tergilas, dan sebagainya. Mati syahid dunia-akhirat adalah orang yang tewas dalam perjuangan atau peperangan membela Islam (An-Nabaa': 3/I/1992: 35). Mati syahid harus menjadi impian kaum Muslim. Pejuang Islam dari Mesir, Sayid Qutb, sempat mengucapkan kata-kata yang sangat populer hingga kini ketika ia berada di tiang gantungan rezim sekuler Mesir. Ia dihukum mati karena berjuang menegakkan syariat Islam.

Katanya, "Isy kariman au mut syahidan", hiduplah mulia atau mati syahid!. Kemuliaan hidup dan mati syahid hanya dapat digapai dengan satu jalan: berjuang di jalan Allah. Mengamalkan ajaran Islam dalam seluruh aspek kehidupan merupakan perjuangan di jalan Allah. Pola dasar kehidupan seorang Muslim adalah siap berjuang mengorbankan jiwa, raga, dan harta untuk melaksanaan ibadah dan membela kehormatan agama dan umat Islam. Tenaga, pikiran, dan harta yang dimiliki semuanya dipersembahkan untuk berbakti kepada Allah. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka.

Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh dan terbunuh (QS. 9: 111). Rasulullah SAW menjuluki orang yang berjuang dengan jiwa dan hartanya sebagai "manusia utama". Seorang sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, siapa manusia yang lebih utama?" Rasul menjawab: "Orang mukmin yang jihad fi sabilillah dengan diri dan hartanya" (HR. Bukhari). Medan jihad bagi kaum Muslim sangat luas. Allah memberi kesempatan di berbagai bidang bagi kaum Muslim untuk berjuang fi sabilillah dan menggapai mati syahid.

Modal perjuangannya adalah tenaga, pikiran, dan harta benda yang diamanahkan Allah kepada mereka. Jika tenaga, pikiran, dan harta hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, demi kepuasan diri sendiri saja, maka kita tidak hidup dalam kemuliaan dan jauh dari mati syahid. Na'udzubillah! Islam tidak cukup diimani, tapi juga harus diilmui (dipelajari dan dipahami), diamalkan, didakwahkan, dan dibela kemuliaan atau kehormatannya. Lalu, sudahkah kita berbuat sesuatu untuk membela kehormatan agama Allah? Sudah tertanamkah dalam diri kita cita-cita mati syahid dan berusaha menggapainya dengan berjuang di jalan Allah? Wallahu a'lam bish-shawab.

Menjadi Pemenang Sejati



















1. Aku dilahirkan untuk menjadi PEMENANG.
Keyakinan pertama yang harus aku miliki sebagai anak manusia adalah keyakinan bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang. Aku percaya bahwa tidak mungkin Allah menciptakan aku ke dunia ini, tanpa alasan apapun. Tidak mungkin! Pasti ada alasannya, bukan? (tarik nafas perlahan sebentar)

Nah, jika aku berani lahir, maka aku juga haruslah berani mati (karena aku pasti mati, bukan? He..he..) Lalu, sekarang mati seperti apa yang aku inginkan? (tarik dan tahan nafas yang lama…) Duh, sereeem banget sih pertanyaannya. Iya dong, sekali-sekali serius ah! Baiklah, sekarang pilihan aku sebagai manusia yang hidup, yang masih bernafas, yang masih beredetak jantungnya, hanya tersisa satu pilihan saja, bukan? Yakni aku ingin mati sebagai apa? Ingin dikenang sebagai siapa?

Karena aku yakin bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang, sudah sebaiknya pula aku memilih mati minimal sebagai pemenang. Pemenang seperti apa, itu persoalan lain. Yang penting pilihannya adalah kembali ke Sang Khalik sebagai seorang pemenang. Gak malu-maluin yang “nyiptain”, gitu lho! Orang Sunda bilang: “Tong Ngerakeun”.
Lalu, setelah sadar bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang, berarti aku sekarang harus bangun dari biusnya si tidur. Oke, setelah bangun bukankah diperlukan kekuatan, diperlukan keberanian, diperlukan…? Ya,…

2. Memang diperlukan keberanian untuk melangkah maju ke depan. Namun, bagaimana berani (tahan nafas sebentar) kalau aku tetap diam di tempat?
Betul juga ya. Baiklah aku segera berdiri dan mulai melangkah. Langkah pertama, langkah kedua dan langkah ketiga, tapi oh..oh.. lihat apa yang ada di
depan jalan. Ah, kayaknya agak mendung, agak redup, agak berkelok, agak licin. Ehm, bisa-bisa terpeleset, tergelincir, bahkan terpental saat di
perjalanan? Ya, bisa saja. Namun, aku yakin akan pesan nenekku…

3. Daripada hanya berdiam diri… Melangkah dan mungkin tergelincir (tahan nafas sebentar) adalah pilihan yang jauh lebih baik! (tahan nafas sebentar) Ada banyak pelajaran di sana…
Masak sih? Apakah benar dengan tergelincir aku malahan belajar? Betul, bila aku bisa merasakan sakitnya tergelincir, maka pasti aku akan menghindari
berbuat kesalahan yang sama. Akupun akan mencari ide-ide lain yang lebih baik, lebih tepat guna, lebih kreatif, lebih produktif dan sebagainya.
Kesalahan yang terbesar adalah aku tidak pernah melakukan sesuatu, bahkan mencobanyapun “gak” pernah, malah pikiran aku sering “merancang” imajinasi rasa sakit yang belum tentu terjadi dari sebuah kesalahan atau kekeliruan di masa mendatang. Astaga, ngeri sekali bukan? Karena aku merancang ketakutan, maka seringkali aku hanya berdiam diri. Namun aku sebenarnya percaya bahwa… (baca kalimat berikut ini dengan sangat keras!!!)

4. Orang yang berani bangkit dan belajar dari kegagalan adalah PEMENANG SEJATI!
Huh, lumayan kalimat motivasi ini ya. Cukup kuat dampaknya untuk membangkitkan semangat paling dalam dari diriku. Di dunia ini banyak sekali cerita orang yang pernah mengalami kegagalan dan setelah itu tidak ada lagi ceritanya. Apakah aku mau seperti mereka? Habis terbit, kena awan gelap dan menghilang tanpa bekas? Gone with the wind…
Ah, aku kan bisa punya pilihan lain. Aku ingin jadi pemenang atas diriku sendiri. Cerita kehidupan yang hanya bisa dibagikan adalah cerita
kebangkitan, bukan cerita kegagalan. Wah, jika aku tidak pernah bangkit, maka habislah pula cerita hidupku. Percuma dong aku dilahirkan. Baik,
baiklah dan baiklah! (silahkan teriak dalam hati he..he..) Sekarang aku tanamkan dalam benak aku bahwa aku HARUS bangkit, kapanpun saat aku mengalami apa yang disebut orang lain adalah kegagalan. Karena aku yakin dan percaya bahwa…

5. Apa pun SAYA BISA jika saya mau!
Kuncinya adalah kemauan, bukan kemampuan. Orang yang memiliki kemampuan, jika tidak ada kemauan, bagaikan mayat hidup yang tidak tahu mau kemana. Gak bedanya dengan hidup luntang lantung, gak ada tenaga, gak ada semangat, gak ada spirit, gak nafsu deh hidup kayak gitu. Hidup ini adalah pilihan, kok. Aku bisa memilih sedih (hening 3 detik) , aku bisa memilih senang (hening 2 detik). Aku bisa memilih marah (hening 1 detik) dan aku bisa memilih tenaaang. Nah, jika…
6. Hidup ini adalah pilihan. Aku memilih menjadi orang yang bahagia ….
Aku tahu memang sebuah pilihan yang tidaklah mudah, namun aku harus mulai belajar berani memilih dan memutuskan kemana arah hidupku. Apa pilihan
hidupku? Akulah yang harus menentukan arah jalan hidupku. Akulah yang menentukan titiknya… Besar titiknya… Warna titiknya… Bunyi titiknya… Rasa titiknya… Sinar titiknya… Sinar biasa atau sinar sebuah BERLIAN? Kecil bentuknya (tahan nafas sebentar, lalu katakan dengan keyakinan kuat), namun silau sinarnya. Kekuatan silau sinar berlianlah yang membuat aku tidak mungkin kehilangan arah. Walau disekitarku kadang mendung, kadang redup, kadang gelap. Karena…

7. Semakin aku fokus pada impianku. Semakin cepat aku mencapai impianku.
Fokus menghasilkan energi yang besar, bahkan semakin lama semakin dahsyat. Fokus membuatku bersemangat, berenergi, berkeringat, tetap panas karena membantu aku untuk selalu bergerak. Bergerak melangkah, bergerak lari, bergerak ke arah silau sinar berlian yang memimpinku. Karena fokus, maka apapun situasi disekitarku, tidak akan membuatku terganggu. Jalan yang berkelokpun, kujalani…. Jalan macetpun, kunikmati… Jalan berbatupun, kelewati… Jalan terhalangpun, kulampaui… Karena arah fokusku jelas, arah menuju sinar berlian, sinar tujuan hidupku… Silau namun indah. Maka, aku tidak akan pernah menunggu situasi. Dan sebaiknya…

8. Berhentilah menunggu kondisi membaik. LAKUKAN SESUATU agar kondisi membaik.
Itulah motto hidupku. Banyak hal diluar jangkauan kemampuanku, keadaan alam semesta, keadaan negara, keadaan masyarakat dimana aku berada. Buat apa aku fokus pada sesuatu diluar kendaliku. Lebih baik aku fokus pada sesuatu yang bisa aku kendalikan, bukan? Sesuatu yang bisa aku jangkau, sesuatu yang bisa aku buat lebih baik. Jadi aku pikir, sebaiknya aku fokus saja pada karya. Ya, berkarya, berkarya dan berkarya…
Sekarang setelah aku sadar, aku bangun, aku bangkit dan aku berkarya, aku fokus pada karyaku, maka selanjutnya…

9. Aku bekerja dengan sungguh-sungguh. Aku berdoa dengan sungguh-sungguh.
Selanjutnya, biarlah Tuhan yang menentukan. (Florence Griffit Joyner)
(Sekarang katakan dalam hati dengan rasa keyakinan yang kuat) BENDERA SUDAH DIKIBARKAN.

(lebih perkuat lagi rasa keyakinan Anda) MAKA KIBARKANLAH SETINGGI MUNGKIN.
(tingkatkan rasa keyakinan Anda sekuat-kuatnya) KIBARKANLAH BENDERA KEMENANGAN KEPADA KEHIDUPAN.
KEHIDUPAN YANG BERHIKMAH.

Krishnamurti
sumber : http://portalnlp.com/?p=122

Arti Sahabat


Pernah mendengar atau membaca kata-kata seperti ini, “tak ada persahabatan sejati yang hanya adalah kepentingan abadi”. Mungkin ketika pertama kali mendengar kalimat itu kita akan berpikir bahwa itu semua terlalu kejam dan terlalu menusuk hati. Karena kita sebagai manusia yang berjiwa sosial pastinya memiliki seseorang atau mungkin banyak sahabat. Sehingga kita tidak ingin dinilai bahwa kita kita bersahabat karena ada kepentingan tertentu. 

Tetapi setelah saya mendalami kata-kata itu saya mulai menyadari bahwa kalimat itu ada benarnya juga. Pertama, dalam mencari sahabat pastinya kita akan mencari seseorang yang memiliki satu kesepakatan dengan kita sehingga itu menjadi awal kepentingan bagi kita. Kedua, dalam melakukan aktivitas sosial pastinya kita tidak ingin sendiri, nah itu juga membuktikan bahwa kepentingan kita dengan sahabat yaitu ingin bersama agar kita tidak sendiri walaupun hanya untuk aktivitas tertentu. Kemudian, ketika kita sudah tidak sejalan dengan seseorang yang kita anggap sebagai sahabat seperti adanya permusuhan jika kita tidak mampu mengendalikan ego dan kepentingan kita maka persahabatan itu akhirnya rusak dan hilang. Meskipun begitu saya percaya bahwa persahabat sejati itu ada walaupun juga dibaluti oleh kepentingan pribadi karena tanpa sahabat hidupku tak berwarna dan tanpa kepentingan berarti hidup ini mati. Oleh karena itu Tuhan memberikan hati, nafsu dan pikiran agar manusia dapat memilah-milah hal yang dianggap baik dan buruk. Maka sebagai manusia kita sebaiknya bisa mengendalikan kepentingan dan ego yang kita miliki agar kita semua mampu hidup dan menemukan sahabat-sahabat hidup terbaik.



 Pertemanan atau yang sering di sebut dengan persahabatan adalah salah satu kata yang sudah Familiar terdengar di telinga anda. Lalu pertanyaannya apakah anda sudah tau apa yang dimaksud dengan persahabatan itu?
 Mungkin apa yang anda pikirkan sekarang bisa menjadi jawaban dari persahabatan.
Sebenarnya arti persahabatan itu adalah suatu bentuk kerja sama dan saling memahami antara dua orang atau lebih. Persahabatan bisa membuat orang senang tetapi juga bisa membuat orang itu menderita.. Kebanyakan itu persahabatan akan membawa dampak yang positif pada kehidupan kita.
Lalu apakah persahabatan bisa disamakan dengan seorang teman? Sebenarnya bila diambil dalam arti yang simple itu bisa disamakan. Tapi jika di ambil arti yang lebih dalam itu sebenarnya sangat jauh berbeda. Seseorang bisa menjadi teman kita kapan saja, di mana saja, dan dalam waktu yang singkat. Jika kita bertemu dengan seseorang di suatu tempat dan kita berkenalan dengan dia, maka secara otomatis dia menjadi 1 daftar teman kita.
Tapi lain halnya dengan persahabatan, seseorang bisa menjadi sahabat tidak dalam waktu yang singkat. Pasti butuh waktu menjadi sahabat, karena didalam arti persahabatan dibutuhkan yang namanya kepercayaan, kesetian, sepemikiran, kejujuran dan juga hal-hal lain yang bisa menjadi bahan untuk membangun suatu persahabatan.
Dalam arti persahabatan itu tidak ada yang namanya mementingkan diri sendiri, ataupun terserah kepada apa yang di usulkan (Ikut-Ikut aja). Persahabatan tuh harus ada yang namanya kesepakatan dan pemikiran yang sejalan dengan apa yang kita pikirkan dengan apa yang sahabat kita pikirkan, dan terutama harus adanya kejujuran di dalamnya.
Seringkali ada anggapan persahabatan itu sanggup mengungkapkan perasaaan yang tidak dapat seorang sahabat atau orang yang menjalani persahabatan itu sendiri dibandingan dengan hubungan dengan pertemanan biasa. Tapi sebenarnya itu ada benarnya juga sih.
Lalu pertanyaannya apakah anda sudah menjadi sahabat yang baik bagi sahabat anda, atau anda hanya memanfaatkan persahabatan itu sebagai keuntungan bagi anda?

Biografi Hasan Al-banna


Hasan Al Banna dilahirkan di desa Mahmudiyah kawasan Buhairah, Mesir tahun 1906 M. Ayahnya, Syaikh Ahmad al-Banna adalah seorang ulama fiqh dan hadits. Sejak masa kecilnya, Hasan al Banna sudah menunjukkan tanda-tanda kecemerlangan otaknya. Pada usia 12 tahun, atas anugerah Allah, Hasan kecil telah menghafal separuh isi Al-Qur'an.
Sang ayah terus menerus memotivasi Hasan agar melengkapi hafalannya. Semenjak itu Hasan kecil mendisiplinkan kegiatannya menjadi empat. Siang hari dipergunakannya untuk belajar di sekolah.


Kemudian belajar membuat dan memperbaiki jam dengan orang tuanya hingga sore. Waktu sore hingga menjelang tidur digunakannya untuk mengulang pelajaran sekolah. Sementara membaca dan mengulang-ulang hafalan Al-Qur'an ia lakukan selesai shalat Shubuh. Maka tak mengherankan apabila Hasan al Banna mencetak berbagai prestasi gemilang di kemudian hari. Pada usia 14 tahun Hasan al Banna telah menghafal seluruh Al-Quran. Hasan Al Banna lulus dari sekolahnya dengan predikat terbaik di sekolahnya dan nomor lima terbaik di seluruh Mesir. Pada usia 16 tahun, ia telah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi Darul Ulum.

Demikianlah sederet prestasi Hasan kecil. Selain prestasinya di bidang akademik, Ia juga memiliki bakat leadership yang cemerlang. Semenjak masa mudanya Hasan Al-Banna selalu terpilih untuk menjadi ketua organisasi siswa di sekolahnya. Bahkan pada waktu masih berada di jenjang pendidikan i'dadiyah (semacam SMP), beliau telah mampu menyelesaikan masalah secara dewasa, kisahnya begini:

Suatu siang, usai belajar di sekolah, sejumlah besar siswa berjalan melewati mushalla kampung. Hasan berada di antara mereka. Tatkala mereka berada di samping mushalla, maka adzan pun berkumandang. Saat itu, murid-murid segera menyerbu kolam air tempat berwudhu. Namun tiba-tiba saja datang sang imam dan mengusir murid-murid madrasah yang dianggap masih kanak-kanak itu. Rupanya, ia khawatir kalau-kalau mereka menghabiskan jatah air wudhu. Sebagian besar murid-murid itu berlarian menyingkir karena bentakan sang imam, sementara sebagian kecil bertahan di tempatnya. Mengalami peristiwa tersebut, al Banna lalu mengambil secarik kertas dan menulis uraian kalimat yang ditutup dengan satu ayat Al Qur'an, "Dan janganlah kamu mengusir orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya."(Q. S. Al-An'aam: 52).
Kertas itu dengan penuh hormat ia berikan kepada Syaikh Muhammad Sa'id, imam mushalla yang menghardik kawan-kawannya. Membaca surat Hasan al Banna hati sang imam tersentuh, hingga pada hari selanjutnya sikapnya berubah terhadap "rombongan anak-anak kecil" tersebut. Sementara para murid pun sepakat untuk mengisi kembali kolam tempat wudhu setiap mereka selesai shalat di mushalla. Bahkan para murid itu berinisiatif untuk mengumpulkan dana untuk membeli tikar mushalla!

Pada usia 21 tahun, beliau menamatkan studinya di Darul 'Ulum dan ditunjuk menjadi guru di Isma'iliyah. Hasan Al Banna sangat prihatin dengan kelakuan Inggris yang memperbudak bangsanya. Masa itu adalah sebuah masa di mana umat Islam sedang mengalami kegoncangan hebat. Kekhalifahan Utsmaniyah (di Turki), sebagai pengayom umat Islam di seluruh dunia mengalami keruntuhan. Umat Islam mengalami kebingungan. Sementara kaum penjajah mempermainkan dunia Islam dengan seenaknya. Bahkan di Turki sendiri, Kemal Attaturk memberangus ajaran Islam di negaranya. Puluhan ulama Turki dijebloskan ke penjara. Demikianlah keadaan dunia Islam ketika al Banna berusia muda. Satu di antara penyebab kemunduran umat Islam adalah bahwa umat ini jahil (bodoh) terhadap ajaran Islam.

Maka mulailah Hasan al Banna dengan dakwahnya. Dakwah mengajak manusia kepada Allah, mengajak manusia untuk memberantas kejahiliyahan (kebodohan). Dakwah beliau dimulai dengan menggalang beberapa muridnya. Kemudian beliau berdakwah di kedai-kedai kopi. Hal ini beliau lakukan teratur dua minggu sekali. Beliau dengan perkumpulan yang didirikannya "Al-Ikhwanul Muslimun," bekerja keras siang malam menulis pidato, mengadakan pembinaan, memimpin rapat pertemuan, dll. Dakwahnya mendapat sambutan luas di kalangan umat Islam Mesir. Tercatat kaum muslimin mulai dari golongan buruh/petani, usahawan, ilmuwan, ulama, dokter mendukung dakwah beliau.
Pada masa peperangan antara Arab dan Yahudi (sekitar tahun 45-an), beliau memobilisasi mujahid-mujahid binaannya. Dari seluruh Pasukan Gabungan Arab, hanya ada satu kelompok yang sangat ditakuti Yahudi, yaitu pasukan sukarela Ikhwan. Mujahidin sukarela itu terus merangsek maju, sampai akhirnya terjadilah aib besar yang mencoreng pemerintah Mesir. Amerika Serikat, sobat kental Yahudi mengancam akan mengebom Mesir jika tidak menarik mujahidin Ikhwanul Muslimin. Maka terjadilah sebuah tragedi yang membuktikan betapa pengecutnya manusia. Ribuan mujahid Mesir ditarik ke belakang, kemudian dilucuti. Oleh siapa? Oleh pasukan pemerintah Mesir! Bahkan tidak itu saja, para mujahidin yang ikhlas ini lalu dijebloskan ke penjara-penjara militer. Bahkan beberapa waktu setelah itu Hasan al Banna, selaku pimpinan Ikhwanul Muslimin menemui syahidnya dalam sebuah peristiwa yang dirancang oleh musuh-musuh Allah.

Dakwah beliau bersifat internasional. Bahkan segera setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Hasan al Banna segera menyatakan dukungannya. Kontak dengan tokoh ulama Indonesia pun dijalin. Tercatat M. Natsir pernah berpidato didepan rapat Ikhwanul
Muslimin. (catatan : M. Natsir di kemudian hari menjadi PM Indonesia ketika RIS berubah kembali menjadi negara kesatuan).
Syahidnya Hasan Al-Banna tidak berarti surutnya dakwah beliau. Sudah menjadi kehendak Allah, bahwa kapan pun dan di mana pun dakwah Islam tidak akan pernah berhenti, meskipun musuh-musuh Islam sekuat tenaga berusaha memadamkannya.

Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. (Q. S. Ash-Shaff: 8)
Masa-masa sepeninggal Hasan Al-Banna, adalah masa-masa penuh cobaan untuk umat Islam di Mesir. Banyak murid-murid beliau yang disiksa, dijebloskan ke penjara, bahkan dihukum mati, terutama ketika Mesir di perintah oleh Jamal Abdul Naseer, seorang diktator yang condong ke Sovyet. Banyak pula murid beliau yang terpaksa mengungsi ke luar negeri, bahkan ke Eropa. Pengungsian bagi mereka bukanlah suatu yang disesali. Bagi mereka di mana pun adalah bumi Allah, di mana pun adalah lahan dakwah. Para pengamat mensinyalir, dakwah Islam di Barat tidaklah terlepas dari jerih payah mereka. Demikianlah, siksaan, tekanan, pembunuhan tidak akan memadamkan cahaya Allah. Bahkan semuanya seakan-akan menjadi penyubur dakwah itu sendiri, sehingga dakwah Islam makin tersebar luas.

Di antara karya penerus perjuangan beliau yang terkenal adalah Fi Dzilaalil Qur'an (di bawah lindungan Al-Qur'an) karya Sayyid Quthb. Sebuah kitab tafsir Al-Qur'an yang sangat berbobot di jaman kontemporer ini. Ulama-ulama kita pun menjadikannya sebagai rujukan terjemahan Al-Qur'an dalam Bahasa Indonesia. Di antaranya adalah Al-Qu'an dan Terjemahannya keluaran Depag RI, kemudian Tafsir Al-Azhar karya seorang ulama Indonesia Buya Hamka. Mengenal sosok beliau akanlah terasa komplit apabila kita mengetahui prinsip dan keyakinan beliau.
Berikut ini adalah prinsip-prinsip yang senantiasa beliau pegang teguh dalam dakwahnya:
Saya meyakini: "Sesungguhnya segala urusan bagi Allah. Nabi Muhammad SAW junjungan kita, penutup para Rasul yang diutus untuk seluruh umat manusia. Sesungguhnya hari pembalasan itu haq (akan datang). Al-Qur’an itu Kitabullah. Islam itu perundang-undangan yang lengkap untuk mengatur kehidupan dunia akhirat."
Saya berjanji: "Akan mengarahkan diri saya sesuai dengan Al-Qur’an dan berpegang teguh dengan sunah suci. Saya akan mempelajari Sirah Nabi dan para sahabat yang mulia."
Saya meyakini: "Sesungguhnya istiqomah, kemuliaan dan ilmu bagian dari sendi Islam."
Saya berjanji: "Akan menjadi orang yang istiqomah yang menunaikan ibadah serta menjauhi segala kemunkaran. Menghiasi diri dengan akhlak-akhlak mulia dan meninggalkan akhlak-akhlak yang buruk. Memilih dan membiasakan diri dengan kebiasaan-kebiasaan islami semampu saya. Mengutamakan kekeluargaan dan kasih sayang dalam berhukum dan di pengadilan. Tidak akan pergi ke pengadilan kecuali jika terpaksa, akan selalu mengumandangkan syiar-syiar islam dan bahasanya. Berusaha menyebarkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk seluruh lapisan umat ini."
Saya meyakini: "Seorang muslim dituntut untuk bekerja dan mencari nafkah, di dalam hartanya yang diusahakan itu ada haq dan wajib dikeluarkan untuk orang yang membutuhkan dan orang yang tidak punya.
Saya berjanji: "Akan berusaha untuk penghidupan saya dan berhemat untuk masa depan saya. Akan menunaikan zakat harta dan menyisihkan sebagian dari usaha itu untuk kegiatan-kegiatan kebajikan. Akan menyokong semua proyek ekonomi yang islami, dan bermanfaat serta mengutamakan hasil-hasil produksi dalam negeri dan negara Islam lainnya. Tidak akan melakukan transaksi riba dalam semua urusan dan tidak melibatkan diri dalam kemewahan yang diatas kemampuan saya."
Saya meyakini: "Seorang muslim bertanggung jawab terhadap keluarganya, diantara kewajibannya menjaga kesehatan, aqidah dan akhlak mereka."
Saya berjanji: "Akan bekerja untuk itu dengan segala upaya. Akan menyiarkan ajaran-ajaran islam pada seluruh keluarga saya, dengan pelajaran-pelajaran islami. Tidak akan memasukkan anak-anak saya ke sekolah yang tidak dapat menjaga aqidah dan akhlak mereka. Akan menolak seluruh media massa, buletin-buletin dan buku-buku serta tidak berhubungan dengan perkumpulan-perkumpulan yang tidak berorientasi pada ajaran Islam."
Saya meyakini: "Di antara kewajiban seorang muslim menghidupkan kembali kejayaan Islam dengan membangkitkan bangsanya dan mengembalikan syariatnya, panji-panji islam harus menjadi panutan umat manusia. Tugas seorang muslim mendidik masyarakat dunia menurut prinsip-prinsip Islam."
Saya berjanji: "Akan bersungguh-sungguh dalam menjalankan risalah ini selama hidupku dan mengorbankan segala yang saya miliki demi terlaksananya misi (risalah) tersebut."
Saya meyakini: "Bahwa kaum muslim adalah umat yang satu, yang diikat dalam satu aqidah islam, bahwa islam yang memerintahkan pemelukya untuk berbuat baik (ihsan) kepada seluruh manusia."
Saya berjanji: "Akan mengerahkan segenap upaya untuk menguatkan ikatan persaudaraan antara kaum muslimin dan mengikis perpecahan dan sengketa di antara golongan-golongan mereka."
Saya meyakini: "Sesungguhnya rahasia kemunduran umat Islam, karena jauhnya mereka dari "dien" (agama) mereka, dan hal yang mendasar dari perbaikan itu adalah kembali kepada pengajaran Islam dan hukum-hukumnya, itu semua mungkin apabila setiap kaum muslimin bekerja untuk itu."