Pages

Muhamad Masikin's Slidely by Slidely Slideshow

Rabu, 13 November 2013

Statistik dan Statiska


A.             Arti Statistik dan Statistika



Tempo dulu statistic hanya digunakan untuk menggambarkan keadaan dan menyelesaikan problem-problem kenegaraan saja, seperti perhitungan banyaknya penduduk, pembayaran pajak, mencatat pegawai yang masuk dan yang keluar, membayar gaji pegawai,mencatat perkembangan hasil kebun dan lainya. Namun di era globalisasi ini hamper semua bidang menggunakan statistic bergantung pada masalah yang dijelaskan oleh nama statistik itu sendiri. Misalnya: pendidikan, kedokteran, pertanian, bisnis, ekonomi bahkan politik. Pengertian statistik itu sendiri berasal dari kata state (yunani) yaitu Negara dan digunakan untuk urusan Negara. Dari uraian ini dapat dikatakan bahwa statistic adalah rekapitulasi dari fakta yang berbentuk angka-angka disusun dalam bentuk tabel dan diagram yang mendiskripsikan suatu permasalahan.



Dalam perkembanganya untuk menyelesaikan suatu masalah dapat digunakan beberapa pendekatan antara lain statistika dalam arti sempit dan statistika dalam arti luas[1]



Statistika dalam arti sempit (statistika deskriptif) ialah statistika yang mendiskripsikan atau menggambarkan tentang data yang disajikan dalam bentuk tabel,diagram,pengukuran tendensi sentra, (rata-rata, rata-rata ukur, dan rata-rata harmonic),pengukuran penempatan (median, kuartil,desil,dan persenil),pengukuran penyimpangan (range,rentangan antar kuartil, rentangan semi antar kuartil, simpanagan rata-rata,simpangan baku,varians,koefisien,varians,dan angka baku),angka indeks serta mencari kuatnya hubungan dua variable, melakukan peramalan (prediksi) dengan menggunakan analisis regresi linier,membuat perbandingan (komparatif).



Sedangkan statistika dalam arti luas disebut juga dengan statistika inferensial/statistika induktif/statistika probabilitas ialah suatu alat pengumpul data, pengolah data, menarik kesimpulan, membuat tindakan berdasarkan analisis data yang dikumpulkan atau statistika yang digunakan menganalisis data sampel dan hasilnya dimanfaatkan (generalisasi) untuk populasi.



Statistik adalah ilmu terdiri dari teori dan metoda yang merupakan cabang dari matematika terapan dan membicarakan tentang: bagaimana mengumpulkan data, bagaimana meringkas data, mengolah dan menyajikan data, bagaimana menarik kesimpulan dari hasil analisis, bagaimana menetukan keputusan dalam batas-batas resiko tertentu berdasarkan strategi yang ada.[2]



Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, statistika adalah suatu ilmu pengetahuan yang berhubungan data ststistik dan fakta yang benar, atau suatu kajian ilmu pengetahuan yang dengan teknik pengumpulan data, teknik pengolahan data, teknik analisis data, penarikan kesimpulan, dan pembuatan kebijakan/keputusan yang cukup kuat alasanya berdasarkan data dan fakta yang benar.



 



B.              Sumber-Sumber Statistik



Pengambilan data yang dihimpun langsung oleh peneliti disebut sumber primer, sedangkan apabila melalui tangan kedua disebut sumber sekunder.



Metode pengumpulan data ialah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Metode (cara atau teknik) menunjuk satu kata yang abstrak dan tidak diwujudkan dalam benda, tetapi hanya dapat dilihatkan penggunaanya melalui: angket, wawancara, pengamatan, ujian (tes), dokumentasi, dan lainya. Peneliti dapat menggunakan salah satu atau gabungan tergantung dari masalah yang dihadapi.



1). Angket (Questionnaire)



Angket (Questionnaire) adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain bersedia memberikan respons (responden) sesuai dengan permintaan pengguna. Tujuan penyebaran angket ialah mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dari responden tanpa merasa khawatir bila responden memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan dalam pengisian daftar pertanyaan.



Angket dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: angket terbuka dan angket tertutup.



a). Angket terbuka (angket tidak berstruktur) ialah angket yang disajikan dalam bentuk sederhana sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan kehendak dan keadaanya.



b). Angket tertutup (angket berstruktur) adalah angket yang disajikan dalam bentuk sedekian rupa sehingga responden diminta untuk memilih satu jawaban yang sesuai dengan karakteristik dirinya dengan cara memberikan tanda silang (X) atau tanda checklist (V)



 



2). Wawancara



adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya.



Berdasarkan sifat pertanyaan, wawancara dapat dibedakan menjadi:



a). Wawancara terpimpin



Dalam wawancara ini, pertanyaan diajukan menurut daftar pertanyaan yang telah disusun.



b). Wawancara bebas



Pada wawancara ini, terjadi Tanya jawab bebas antara pewawancara dan responden, tetapi pewawancara menggunakan tujuan penelitian sebagai pedoman. Kebaikan wawancara ini adalah responden tidak menyadari sepenuhnya bahwa ia sedang diwawancarai.



c). Wawancara bebas terpimpin



Wawancara ini merupakan perpaduan antara wawancara bebas dan wawancara terpimpin. Dalam pelaksanaanya, pewawancara membawa pedoman yang hanya merupakan garis besar tentang hal-hal yang akan ditanyakan.



 



3). Pengamatan (observation)



Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. Apabila objek penelitian bersifat perilaku dan tindakan manusia, fenomena alam(kejadian-kejadian yang ada di alam sekitar), proses kerja, dan penggunaan responden kecil.



 



4). Tes (test)



Tes sebagai instrument pengumpul data adalah serangkaian pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur ketrampilan pengetahuan, intelegensi, atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.



Ada beberapa macam tes instrumen pengumpul data, antara lain: tes kepribadian, tes bakat, tes prestasi,tes intelegensi,tes sikap.



 



5). Dokumentasi



Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film documenter, data yang relevan penelitian.



 



C.             Data dan Jenis Data



Data ialah bahan mentah yang perlu diolah sehingga menghasilkan informasi atau keterangan, baik kualitatif maupun kuantitatif yang menunjukkan fakta. Sedangkan perolehan data seyogyanya relevan artinya data yang ada hubunganya langsung dengan masalah penelitian, mutakhir artinya data yang diperoleh masih hangat dibicarakan, dan diusahakan oleh orang pertama (data primer).



Sedangkan data menurut jenisnya ada dua yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.



1.               Data kualitatif yaitu data yang berhubungan dengan kategorisasi, karakteristik berwujud pertanyaan atau berupa kata-kata. Contohnya: Wanita itu cantik, pria itu tampan,baik,buruk,senang,sedih, harga minyak turun, harga dolar naik, dan lain sebagainya. Data ini biasanya didapat dari wawancara dan bersifat subjektif sebab data tersebut ditafsirkan lain orang yang berbeda. Data kualitatif dapat diangkakan dalam bentuk ordinal atau ranking.



2.                  Data kuantitatif yaitu data yang berwujud angka-angka. Contohnya: harga solar Rp 900,00/liter, yang diterima menjadi PNS 125 orang, penghasilan PT Hamidah sebesar 2 milyar/tahun, pembayaran SPP TK Fatimah Rp 200,000/bulan, dan sebagainya. Data ini diperoleh dari pengukuran langsung maupun dari angka-angka yang diperoleh dengan mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif. Data kuantitatif bersifat objektif  dan bisa ditafsirkan sama oleh semua orang.



 



D.             Jenis Skala Pengukuran



Maksud dari skala pengukuran ini untuk mengklasifikasikan variable yang akan diukur supaya tidak terjadi kesalahan dalam menentukan analisis data dan langkah penelitian selanjutnya. Jenis-jenis skala pengukuran ada empat: Skala Nominal, Skala Ordinal,Skala Interval, dan Skala Ratio. Kemudian dijabarkan sebagai berikut:



a). Skala Nominal



Skala nominal yaitu skala yang paling sederhana disusun menurut jenis (kategorinya) atau fungsi bilangan hanya sebagai symbol untuk membedakan sebuah karakteristik dengan karakteristik lainya. Adapun cirri-ciri skala nominal antara lain: Hasil penghitungan dan tidak dijumpai bilangan pecahan, angka yang tertera hanya label saja, tidak mempunyai urutan (ranking), tidak mempunyai ukuran baru, dan tidak mempunyai nol mutlak. Analisis statistic yang cocok adalah: Uji Binomium, Ujichi Kuadrat Satu Sampel, Uji Perubahan Tanda Mc, Nemer, Uji Chi Kuadrat Dua Sampel,Uji Peluang Fisher, Uji Chochran Q. Sedangkan tes statistik yang digunakan ialah statistik non parametrik.



 



b). Skala Ordinal



Skala Ordinal adalah skala yang didasarkan pada ranking, diurutkan dari jenjang yang lebih tinggi sampai jenjang terendah atau sebaliknya. Analisis yang cocok adalah: Uji Kolmogorov-Smirnov Satu Sampel, Uji Deret Satu Sampel, Uji tanda, dan lain sebagainya. Analisis statistik yang digunakan adalah stastiatik non parametrik.



 



c). Skala Interval



Skala interval adalah skala yang menunjukkan jarak antara satu data dengan data yang lain dan mempunyai bobot yang sama. Analisis yang cocok adalah: Uji t (t-test), Uji t (t-test) dua sampel,Anova Satu Jalur,Anova Dua Jalur, Uji Pearson Product Moment, Uji Korelasi Parsial, dan lain sebagainya. Uji statistik yang digunakan ailah uji statistik parametrik.



 



d). Skala Ratio



Skala ratio adalah skala pengukuran yang mempunyai nilai nol mutlak dan mempunyai jarak yang sama. Misalnya umur manusia dan ukuran timbangan keduanya tidak memiliki angka nol negative. Artinya seseorang tidak dapat berumur dibawah nol tahun dan seseorang harus memiliki timbangan diatas nol pula. Kalau data interval kita dapat mengatakan bahwa orang yang berumur 50 tahun adalah umurnya dua kali dari pemuda yang berumur 25 tahun, demikian pula seseorang yang berumur 20 tahun adalah setengah dari umur 40 tahun.[3] Contoh yang lain adalah berat badan, tinggi pohon, tinggi badan manusia, jarak panjang, dan sebagainya. Analisis statistik yang cocok adalah: hamper sama dengan skala interval. Tes statistik yang digunakan ialah tes statistik parametrik  



 



 



 



 



 







[1] Sutrisno Hadi, 1994:221


[2] Sudjana,1992:3


[3] Bambang Soewarno,1987:34

0 komentar:

Posting Komentar